Monday, November 18, 2013

Kiat Jitu Berbisnis Baju Bayi

Setidaknya ada empat jenis bisnis yang tidak akan pernah ada matinya: bisnis kesehatan, bisnis pendidikan, bisnis makanan, dan bisnis pakaian.


Pakaian akan selalu dicari orang. Apalagi dengan merambahnya budaya Korea di negara ini. Pakaian bukan sekedar kebutuhan primer yang dibeli orang untuk menutupi tubuhnya, namun lebih dari itu.

Hermawan Kertajaya, Konsultan Marketing yang Sempat Dikeluarkan Dari Kampus

Di dunia pemasaran dalam dan luar negeri, Hermawan Kertajaya adalah salah satu tokoh yang disegani. Pemikiran-pemikiran dan ide-idenya kerap dijadikan referensi perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan produk maupun jasa lebih besar lagi.

Kisah Sukses Lee Byung-chung, Bapak Pendiri Samsung

Siapa tidak mengenal produk-produk Samsung Group saat ini? Mulai dari barang elektronik hingga smartphone, keluaran produksi negeri Korea Selatan tersebut mampu menarik perhatian publik. Namun, tahu kah Anda siapakah orang yang mendirikan perusahaan terkemuka di dunia ini? Ya namanya Lee Byung-chung.

Karena Ada Ujian Hidup

Banyak orang yang ingin kehidupannya selalu damai, tidak ada masalah, dan terus bergembira. Tapi, mereka tidak sadar bahwa ketika mereka menginginkan semua itu, mereka tidak akan dapat menikmati ke-7 hal di bawah ini:

Yang Ada di Dalam Kotak

Henry dan Marta sudah menikah lebih dari 40 tahun, tentu sudah banyak kejadian yang terjadi di dalam hidup mereka berumah tangga. Ada saat-saat bahagia, walau ada juga saat susah. Kini mereka sudah renta, Henry 72 tahun dan Marta 68 tahun. Namun mereka tetap bersama.

Di dalam hidup berumah tangga, keduanya tidak pernah menyimpan rahasia, kecuali sebuah kotak sepatu yang disimpan Marta di lemari pakaiannya. Marta berpesan kepada suaminya untuk tidak sekali-kali membukanya atau bahkan menanyakan tentang barang itu kepadanya dan suaminya menghormati hal tersebut.

Thursday, September 22, 2011

Rencana Manusia Tidak Selalu Terlaksana

Suatu hari seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisan terbaiknya yang rencananya akan dipamerkan pada saat pernikahan Putri Diana. Ketika menyelesaikan lukisannya ia sangat senang dan terus memandangi lukisan yang berukuran 2x8 m. Sambil memandangi, ia berjalan mundur dan ketika berjalan mundur ia tidak melihat ke belakang. Ia terus berjalan mundur dan di belakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia bisa mengakhiri hidupnya.
Seseorang melihat kejadian tersebut dan bermaksud untuk berteriak memperingatkan sang pelukis, tapi tidak jadi karena dia khawatir sang pelukis malah bisa jatuh ketika kaget mendengar teriakannya. Kemudian orang yang melihat pelukis tersebut mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan lalu mencoret-coret lukisan itu sampai rusak.
Tentu saja  sang pelukis sangat marah dan berjalan maju hendak memukul orang tersebut. Tetapi beberapa orang yang ada disitu menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.
Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari  indah yang kita idamkan. Tetapi rencana itu tidak bisa terlaksana karena Tuhan punya maksud lain yang lebih baik. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap TUHAN atau juga terhadap orang lain. Tapi perlu kita ketahui TUHAN selalu menyediakan yang terbaik.

Tuesday, September 20, 2011

Hidup Bagai Permainan Keseimbangan

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar kelima bola-bola ini seimbang di udara.
Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi empat bola lainnya terbuat dari kaca. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar-benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.
Bagaimana caranya?
  • Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita spesial. Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya kita yang mengerti dan dapat merasa "apa yang terbaik untuk kita".
  • Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di ‘masa lampau' atau dalam mimpi masa depan. ‘Satu hari hidup pada suatu waktu' berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
  • Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
  • Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
  • Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai dan dicintai.
  • Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu Pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.
  • Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.
Sumber: www.jawaban.com